Rabu, 22 Februari 2017

Anak dan Pornografi

 Percayakah jika ada kasus anak yang masih duduk dibangku SD melakukan tindakan seksual? Bukan sudah hal yang mengejutka lagi anak bau kencur sudah mengenal bahkan melakukan tindakan pemerkosaan.
Diera yang serva canggih ini pasti semua orang memiliko smart phone. Melalui smart phone dapat diakses berbagai macam aplikasi dan juga termasuk vidio porno. Seorang anak dapat di ibaratkan seperti spon ia dapat menyerap apa saja yang dilihat ataupun didengar.
Ketika sang anak melihat vidio yang tak senonoh tersebut ia memiliki rasa ingin tau dan ingin meniru.
Bagaimana nasib generasi muda kedepan jika calon penerus bangsa moralnya sudah dijajah oleh vidio porno dan tindakan asusila. Vidio porno dua kali lipat dapat merusak sistem syaraf daripada mengkonsumsi obat-obatan terlarang.
Bahkan lebih mengejutkan nya lagi, banyak ditemukan buku-buka anak yang mengandung unsur pornografi. Tidak hanya itu, film kartun yang menjadi film anak juga sudah mulai disisipi dengan unsur pornogragi.
Dalam kasus yang seperti ini orangtua sangat dibutuhkan untuk melindungi anak dari pornografi.
Sah-sah aja memberikan fasilitas smart phone kepada sang buah hati, namun berikan pendampingan khusus kepada anak ketika sedang bermain dengan smart phone nya. Cek terus kegiatan anak dengan smart phone tersebut.
Bekali buah hati dengan pengetahuan tentang alat reproduksi. Jangan menganggap jika pembicaraan tentang alat reproduksi kepada anak adalah hal yang tidak pantas untuk dibahas, namun pengetahuan tersebut sangat bermanfaat untuk anak agar ia lebih memahami dan menghindari sang anak bertanya kepada orang yang salah. Maka mulai dari sekarang orang tua harus lebih menjaga dan melindungi anak agar tidak menjadi korban pornografi dan pornoaksi.